Info Hotel segera menyusul
July 8, 2017
Nusa Lembongan
July 10, 2017

Nusa Penida

INFORMASI SINGKAT TENTANG NUSA PENIDA

Nusa Penida merupakan salah satu wilayah kecamatan dari empat kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Kecamatan Nusa Penida terdiri dari tiga pulau yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Dari ketiga pulau ini, Pulau Nusa Penida yang paling besar sebagai pulau utama, kemudian Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan yang paling kecil yang menyerupai sebuah gili saja. Disamping ketiga pulau tersebut ada puluhan pulau – pulau kecil tak berpenghuni mengitari sisi barat, selatan dan timur Nusa Penida.

Nusa Penida terletak di sebelah tenggara Pulau Bali yang dibatasi oleh selat Badung di barat, selat Lombok di timur dan Samudra Indonesia di selatan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Nusa Penida sebagai kawasan kepulauan terluar Indonesia karena langsung berhadapan dengan Samudra Indonesia. Untuk menjaga potensi kelautan dan perikanannya, Nusa Penida juga telah ditetapkan sebagai kawasan Konservasi Perikanan dan Kelautan oleh Kemetrian Kelautan dan Perikanan. Luas wilayah Nusa Penida adalah 202.84 KM2 yang merupakan dua per tiga dari luas wilayah Kabupaten Klungkung secara keseluruhan.

Sebagian besar wilayah Nusa Penida mempunyai topografi perbukitan dengan tanah tandus berkapur dengan curah hujan yang relative rendah hanya berkisar 1.152/mm/th. Wilayah pantai utara berpasir putih, bagian selatan adalah tebing batu karang yang curam, sedangkan di bagian barat dan timur adalah kombinasi tebing batu karang dan pantai – pantai kecil.

Nusa Penida dihuni oleh sekitar 50.000 jiwa penduduk yang tersebar di 16 Desa (perbekelan) mayoritas beragama Hindu dengan 1 Desa penduduknya khusus beragama Islam yaitu : Kampung Toyapakeh. Rata – rata mereka berprofesi sebagai petani ladang tadah hujan dan sebagian kecil yang tinggal di pantai utara berprofesi sebagai nelayan dan pembudidaya rumput laut. Hasil pertanian & perkebunan utama di Nusa Penida adalah ketela pohon, jagung, kacang –.kacangan, pisang, kelapa, mangga dan jambu mete.  Sedangkan hasil budidaya peternakannya berupa ayam kampung, babi dan sapi. Sapi Nusa Penida sangat dikenal di seluruh Indonesia karena ketahanan fisiknya dan masih bebas dari berbagai penyakit seperti penyakit kuku & mulut; Nusa Penida telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai sentra pembibitan sapi Bali.

FASILITAS UMUM

Sebagian besar jalan – jalan umum di Nusa Penida sudah ber-asphalt (asphalt standard), kendaraan umum di sana berupa bemo dan kendaraan ojek sepeda motor. Kendaraan sejenis MPV tersedia dalam jumlah yang terbatas. Sebagian wilayah Nusa Penida sudah mendapatkan aliran listrik dari PLN dan aliran air minum dari PDAM. Puskesmas yang setara rumah sakit mini hanya ada di pusat kota kecamatan, Sampalan, sedangkan di desa – desa hanya ada Puskemas pembantu. Sementara itu, Rumah Sakit (Pratama) Nusa Penida, sumbangan Pemerintah Provinsi Bali yang berlokasi di bagian barat Pulau diharapkan bisa beroperasi pada akhir tahun 2017.

AKSES

Nusa Penida bisa dijangkau dengan speed boat dari Pantai Sanur  (Denpasar) dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit menuju Pelabuhan Toyapakeh, Buyuk dan Sampalan (Nusa Penida) atau dari Pantai Kusamba (Klungkung) menuju Pelabuhan Buyuk dan Sampalan (Nusa Penida) dengan waktu tempuh kurang lebih 20menit dengan speed boat; sedangkan penyebrangan dengan Jukung Tradisional menuju Pelabuhan Toyapakeh dan sampalan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Penyebrangan dengan speed boat juga tersedia dari Padang Bay (Karangasem) menuju Pelabuhan Buyuk (Nusa Penida) dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Sementara itu penyebrangan dengan speed boat dari Pantai Sanur menuju Nusa Lembongan menghabiskan waktu tempuh sekitar 25 menit, sedangkan Penyebrangan dari Nusa Penida (Pelabuhan Toyapakeh) menuju Nusa Lembongan & Ceningan dengan Jukung Tradisional menghabiskan waktu tempuh sekitar 15  menit. Penyebrangan barang dan kendaraan dilayani oleh Kapal Ferry Ro-Ro Nusa Jaya dari Pelabuhan Padang Bay (Karangasem) menuju Pelabuhan Mentigi (Nusa Penida).

PARIWISATA

Selama ini, Nusa Penida dengan ikon “BLUE PARADISE ISLANDS” sangat dikenal dengan wisata baharinya karena air lautnya yang biru dan jernih, pantai – pantainya yang indah, biota lautnya yang beragam serta terumbu karangnya yang masih terjaga asri serta keberadaan ikan Pari Manta dan Mola – Mola yang konon hanya hidup pada kawasan perairan Nusa Penida yang selalu dikejar oleh para divers dari seluruh dunia. Setiap hari, ada ratusan angkutan wisata kelautan seperti cruises, outriggers, boats dan lain sebagainya membawa ribuan wisatawan mengeksplorasi keindahan parairan laut Nusa Penida. Ada yang snorkeling, swimming, fishing, diving, wind surfing dan berbagai aktivitas air lainnya.

Sesungguhnya potensi keindahan obyek wisata daratnya juga sangat menarik dan beragam. Di Nusa Penida, ada Kelingking Secret Beach, Broken Beach, Angel Billabong, Smoky Beach, Crystal Bay, Atuh Beach, Molenteng Pulau Seribu, Volcom Beach, Bukit Teletubies, Guyangan Waterfalls, Seganing Waterfalls,  Temeling Natural Infinity Pools dan lain sebagainya. Sementara itu, banyak wisatawan lokal datang untuk melakukan wisata spiritual ke bebagai tempat suci diantaranya ke pura Penataran Ped, Pura Goa Giri Putri, Pura Puncak Mundi, Pura “MOBIL” Paluang dan lainnya.

 

Objek Wisata

Berikut adalah daftar  Tempat Wisata Terbaik di Nusa Penida yang wajib Anda Kunjungi.

Pantai Kelingking (Kelingking Secret Point)

Pantai ini tidaklah luas dan berada dibalik tebing Pantai Selatan yang menjulang tinggi di wilayah Dusun Karang Dawa, Desa Munga Mekar, Nusa Penida. Kita tidak bisa turun ke Pantai ini tapi hanya bisa menyaksikannya dari puncak tebing yang tinggi. Keindahahannya sungguh luar biasa dipadu dengan keindahan laut lepas yang luas membiru apalagi kalau Anda mengunjunginya bertepatan dengan waktu sunset, maka keindahannya akan semaki mempesona. Jika Anda benar – benar ingin menginjakkan kaki di pasir putih Pantai Klingking Anda harus menggunakan Speed Boat yang bisa disewa di Pelabuhan Toya Pakeh atau dari Crystal Bay. Untuk mencapai Klingking, dibutuhkan waktu kira2 1 jam berkendara dari Pelabuhan Buyuk atau 45 menit dari Pelabuhan Toya Pakeh.

 

Pasih Uug (Broken Beach)

Salah satu keajaiban alam yang terjadi di Nusa Penida. Sebuah lubang besar yang berbentuk bundar seperti sumur yang terbentuk secara alami. Lubang besar ini berada dibalik tebing laut yang tinggi  dan yang unik adalah ada sebuah terowongan yang menghubungkan sumur ini dengan laut lepas. Deburan ombak pantai selatan yang keras menyebabkan air laut masuk ke dalam lubang tersebut melalui terowongan penghubung itu, sehingga airnya seperti terperangkap di tengah terowongan dan sumur itu. Kita juga bisa berjalan-jalan diatas terowongan penghubung itu dan pemandangan ke laut lepas sungguh – sungguh indah. Pada saat musim hujan pemandangan sekitar akan terasa lebih indah karena semuanya hijau tetapi pada saat kemarau akan terasa sidikit gersang namun jangan kawatir  Broken Beach tetaplah indah seperti apa adanya.  Lokasinya di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Bali dan dapat ditempuh kira – kira 1 jam dari Pelabuhan Buyuk dan 45 menit dari toya Pakeh dengan berkendara.

 Taman Bidadari (Angel’s Billabong)

Kolam Angel’s Billabong adalah salah satu destinasi tersembunyi di Nusa Penida. Kolam ini disebut dengan Angel’s Billabong oleh wistawan asing yang menemukan keberadaannya dan mengagumi pesona alam daerah ini. Angel’s berarti Bidadari, dalam hal ini bisa diartikan sebagai bidadarinya Nusa Penida. Sedangkan Billabong artinya ujung dari sebuah sungai yang buntu. Mengetahui artinya saja sudah bisa membayangkan pesonanya, untuk itu jangan lupakan untuk datang ke tempat ini saat melakukan trip Nusa Penida.

Angel’s Billabong ini adalah kolam yang terbentuk secara alami di ketinggian tebing laut pantai selatan Nusa Penida. Deburan ombak yang keras yang membentur tebing karang dibawah kolam Angel’s Billabong akan menyebabkan air laut mengalir masuk sendirinya ke kolam Angel’s Billabong ini. Air yang masuk itu akan terjebak didalam kolam dan apabila ombak tidak pasang maka pengunjung yang datang kesini bisa turun dan berenang di Angel’s Billabong ini. Angel’s Billabong benar – benar karya alam yang unik dan indah. Saat ini Kolam Angel’s Billabong menjadi salah satu ikon Pariwisata Nusa Penida dan sangat ramai pengunjung baik wisatawan domestik maupun manca negara.

Lokasinya bersebelahan dengan Pasih Uug (Broken Beach) hanya berjarak kira – kira 300 meter saja,di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Bali dan dapat ditempuh kira – kira 1 jam dari Pelabuhan Buyuk dan 45 menit dari toya Pakeh dengan berkendara.

Pantai Penida (Crystal Bay)

Pantai Penida atau lebih dikenal dengan nama Crystal Bay adalah boleh dibilang sebagai pelopor pariwisata di Nusa Penida. Pantai ini jauh lebih dulu dikenal di dunia luar dibandingkan dengan objek – objek wisata lainnya di Nusa Penida.

Crystal Bay sudah lama sekali menjadi tempat persinggahan kapal – kapal wisata (kapal pesiar) dari Bali yang sebagian besar mengangkut wisatawan asing ke Nusa Penida dan Lembongan. Crystal Bay dijadikan tempat persinggahan mereka untuk aktifitas tamu diving, snorkeling atau sekedar berenang di lautnya yang jernih.

Crystal Bay sesuai namanya adalah pantai yang indah bak kristal dengan pasir putihnya yang lembut. Pantai pasir putihnya yang halus, air lautnya yang jernih dan biota lautnya yang beraneka ragam membuat pantai ini menjadi buruan wisatawan sebagai tempat yang pas untuk bersantai. Garis pantainya kira – kira sepanjang 400 meter dan  berada di sebuah teluk, diapit dua bukit yang tinggi sisi selatan dan utaranya membuat pantai ini benar – benar sebagai surga tersembunyi untuk berenang, snorkeling ataupun wisata diving. Terdapa sebuah pulau kecil ditengah laut yang berjarak kira – kira 200 meter dari tepi pantai dan masyarakat setempat memberinya nama Batu Majineng dan terdapat sebuah pura juga dipuncak pulau ini.  Pada sore hari, sunset di Crystal Bay adalah salahsatu yang terbaik di Nusa Penida. Pantai ini berlokasi di Desa Sakti, Nusa Penida, kira – kira 30 menit dari Pelabuhan Buyuk dan hanya 20 menit saja dari Pelabuhan Toya Pakeh.

Pantai Atuh (Dragon Beach)

Pantai yang satu ini memiliki hamparan pasir putih yang tak kalah indahnya dengn pasir putih yang ada di pantai – pantai di Bali ataupun pantai – pantai di Nusa Penida lainnya. Awalnya belum begitu terkenal di kalangan wisatawan yang datang ke Bali, bahkan hanya dikenali oleh masyarakat lokal yang ada disekitar Pantai Atuh saja. Namun beberapa tahun lalu semenjak beberapa wisatawan yang berkunjung mengunggah photo – photo pantai ini di media sosial membuat pantai ini menjadi begitu dikenal dimasyarakat luas. Pantai ini berada di sebuah teluk / lembah yang dalam dan diapit oleh tebing yang tinggi disisi kiri dan kanannya.

Untuk mencapainya Anda harus menyiapkan diri untuk trekking kira – kira 15 menit turun dan 25 menit saat naik. Pantainya berpasir putih halus dan airnya jernih sangat cocok untuk berenang / snorkeling. Di depan Pantai Atuh (kira – kira 300 meter dari garis pantai) ada sebuah pulau kecil yang bentuknya menyerupai kepala naga, oleh karena itu Pantai Atuh juga sering disebut dengan nama Dragon Beach.

Jika Anda menginap di Nusa Penida sehari sebelum berkunjung kesini, momen terbaik berkunjung ke Pantai ini adalah saat matahari terbit, mengingat pantai ini menghadap ke sebelah timur. Anda dapat menyaksikan indahnya Sunrise dari puncak tebing yang berada diatas Pantai Atuh, hanya saja Anda harus rela berangkat dari hotel tempat menginap paling lambat jam 04.30 pagi.

Pantai Atuh / Dragon Beach berlokasi di Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida. Dari Pelabuhan Toya Pakeh kira – kira 1.15 jam perjalanan dan dari Buyuk atau Sampalan membutuhkan waktu kira – kira 1 jam perjalanan. Sebagian jalan sudah mulus namun sebagian masih aspal kasar dan bahkan sebagian belum beraspal.

Pulau Seribu

Pulau Seribu berada di lokasi yang sama dengan Pantai Atuh yaitu di Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. Pulau Seribu adalah sekumpulan pulau – pulau karang kecil yang berada bersebelahan dengan Pantai Atuh dan saat ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sedang digandrungi oleh wisatawan, baik asing maupun mancanegara. Kita bisa menikmat pemandangan Pulau Seribu dari Puncak Bukit Pantai Atuh (dari sisi utara) namun spot terbaik untuk menikmati keindahannya adalah dari ketinggian Bukit Molenteng (dari sisi selatan pulau seribu). Untuk spot terbaik, siapkan tenaga fit untuk trekking naik turun lembah kira2 30 menit turun dan naik.

Pemandangan Pulau Seribu mirip dengan Raja Ampat, Papua oleh karena itu tempat ini sering juga disebut dengan Raja Ampatnya Bali. Di ujung Bukit terdapat wantilan kecil sebagai tempat istrahat yang dilengkapi padmasana untuk sembahyang. Di tempat ini juga terdapat Rumah Pohon Batu Molenteng yang juga menjadi tujuan wisata populer bagi yang berkunjung ke Nusa Penida. Rumah pohon yang berukuran kecil ini kuat dan aman dan berada diatas pohon yang memiliki banyak cabang. Agar pengunjung bisa masuk ke rumah pohon, terdapat tangga kayu yang tersusun rapi dan tali tambang sebagai pegangan yang bisa pengunjung gunakan. Pemandangan menakjubkan yaitu hamparan samudra dan tebing dengan hantaman deburan ombak bisa prngunjung lihat dari atas Rumah Pohon Batu Molenteng.

Mata Air Guyangan

Secara wilayah, Mata Air Guyangan berada di sisi selatan pulau tepatnya Banjar Guyangan, Desa Batu Kandik. Jaraknya sekitar 25 kilometer dari pusat kecamatan dengan waktu tempuh berkisar 40 menit dengan kondisi jalan yang sedikit bergelombang dan rusak di sana-sini. Tidak hanya menjadi sumber air, Mata Air Guyangan kini menjadi destinasi luar biasa yang memacu adrenalin termasuk wisata spiritual. Begitu tiba di bibir tebing, pemandangan gugusan tebing tinggi menjulang membentuk tanjung dan teluk kecil serta pulau-pulau kecil menciptakan panorama luar biasa dengan hamparan laut biru Samudera Hindia. Titik ini juga berada tepat di depan Manta Point yang menjadi lokasi diving dan snorkeling terbaik bertemu pari manta.

 Untuk turun ke bawah tebing diperlukan stamina prima dan tidak direkomendasikan bagi pengunjung yang phobia akan ketingggian. Banyak yang nyalinya langsung mengkerut begitu melongok ke bawah tebing dan urung turun. Lokasinya sangat menantang, berada 400 meter lebih di bawah tebing curam dengan kemiringan hampir 85 derajat bahkan di beberapa rute nyaris vertikal. Hasil perhitungan kasar setidaknya ada 700 lebih anak tangga terbuat dari besi, kayu dan beton di beberapa titik tebing datar. Jalur yang dilewati sengaja dibuat berkelok-kelok untuk mengurangi sudut kemiringan sehingga panjang rute mencapai 1 kilometer dengan durasi perjalanan 30 menit.

Meski anak tangga dilengkapi dengan ring pembatas namun tetap saja membuat jantung berdetak lebih kencang ketika menuruni tebing. Dentuman gelombang yang menerjang sisi tebing menciptakan tantangan tersendiri. Bagian tangga terbawah setelah tikungan terakhir merupakan tantangan terberat. Posisi pengunjung benar-benar menggantung vertikal di atas laut dengan hanya satu satu sisi tangga yang menempel ke tebing. Cukup menegangkan dan menguras energi namun begitu sampai di bawah, semua impas. Sajian pemandangan alam berupa tebing, mata air dan bentangan laut biru menjadi perpaduan eksotik.

Tidak hanya menawakan wisata alam yang menantang, tepat di depan sumber mata air utama terdapat pelinggih yang dipercaya stana Kanjeng Ratu Kidul dan menjadi tujuan wisata spiritual.

Objek Wisata Lainnya

Masih cukup banyak objek wisata lainnya yang bisa Anda eksplorasi lebih jauh selain tempat – tempat yang sudah disebutkan diatas. Masih ada nama – nama yang tidak kalah keren yaitu Bukit Teletubbies (Hill of Teletubbies), Pura Goa Giri Putri, Banah Point, Mata Air Temeling, Mata Air Segening, Pura Dalem Ped, Pura Puncak Mundi, Toya Pakeh, Pantai Pandan, Manta Point, Gamat Bay dan lain – lainnya.